(0752)485395


 

Kajian Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Energi surya adalah radiasi dari sinar matahari yang mencapai bumi. Energi surya dari sinar matahari yang mencapai permukaan bumi sangat besar yaitu sampai dengan 3,85 x 10 24 joule per tahun atau setara dengan 5.730 kali konsumsi energi di seluruh dunia pada tahun 2025.

Pemanfaatan energi surya dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori sesuai dengan basis penggunaan yaitu solar aktif (penggunaan langsung) dan solar pasif (penggunaan tidak langsung). Dalam kategori solar aktif, energi surya dikonversi langsung untuk pemanasan (solar thermal) dan pembangkitan listrik (solar photovoltaic). Sedangkan pada kategori solar pasif, aplikasinya cenderung pada perancangan bangunan yang memanfaatkan aliran energi matahari untuk penerangan, pemanasan atau ventilasi bangunan tanpa menggunakan peralatan mekanik.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah teknologi pembangkitan listrik yang dapat diimplementasikan hampir diseluruh wilayah. Instalasi, operasi dan perawatan PLTS sangat mudah sehingga dapat diadopsi oleh masyarakat. Teknologi PLTS terbagi atas PLTS skala rumah tangga atau Solar Home System (SHS) dan PLTS komunal (Centralized PV). Dalam rangka pemerataan akses kelistrikan dan diversifikasi energi, PLTS adalah solusi penyediaan tenaga listrik yang ramah lingkungan terutama bagi daerah yang belum terjangkau listrik PLN.

Di Kota Padang Panjang penggunaan energi sinar matahari untuk tenaga listrik belum dimamfaatkan secara maksimal hal ini lebih disebabkan karena Kota Padang Panjang adalah Kota Hujan sehingga sinar matahari tidak begitu optimal untuk dimamfaatkan namun seiring dengan kemajuan teknologi ternyata keadaan tersebut bisa dimamfaatkan secara lebih maksimal, namun untuk tahap awal kemungkinan akan kita coba pemamfaatannya untuk
gedung gedung pemerintah.

Silahkan download via link di bawah ini:

https://bit.ly/PLTS-PP